Suatu instansi didirikan karena mempunyai tujuan yang ingin dicapai. Setiap instansi, dalam mencapai tujuannya, dipengaruhi oleh perilaku dan sikap orang-orang yang terdapat dalam instansi tersebut. Keberhasilan untuk mencapai tujuan tersebut tergantung kepada keandalan dan kemampuan pegawai dalam mengoperasikan unit-unit kerja yang terdapat di instansi tersebut, karena tujuan instansi dapat tercapai hanya dimungkinkan karena upaya para pelaku yang terdapat dalam setiap organisasi.
Organisasi merupakan suatu sistem yang saling mempengaruhi satu sama lain, apabila salah satu dari sub sistem tersebut rusak, maka akan mempengaruhi sub-sub sistem yang lain. Sistem tersebut dapat berjalan dengan semestinya jika individu-individu yang ada di dalamnya berkewajiban mengaturnya, yang berarti selama anggota atau individunya masih suka dan melaksanakan tanggung jawab sebagaimana mestinya maka organisasi tersebut akan berjalan dengan baik.
Budaya organisasi merupakan salah
satu peluang untuk membangun sumber daya manusia melalui aspek perubahan sikap
dan perilaku yang diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan tantangan yang
sedang berjalan dan yang akan datang. Budaya organisasi yang kuat mendukung
tujuan-tujuan perusahaan, sebaliknya yang lemah atau negatif menghambat atau
bertentangan dengan tujuan-tujuan perusahaan. Suatu perusahaan dengan budaya
organisasinya kuat, nilai-nilai bersama dipahami secara mendalam, dianut, dan
diperjuangkan oleh sebagian besar para anggota organisasi (karyawan
perusahaan). Budaya yang kuat dan positif sangat berpengaruh terhadap perilaku
dan efektivitas kinerja perusahaan.
Budaya organisasi telah hadir sebagai
bagian dari sinergi yang menghasilkan perkembangan dan kemajuan organisasi.
Budaya organisasi berkaitan erat dengan komponen organisasi lainnya, seperti
struktur dan strategi organisasi. Artinya, untuk memperoleh hasil sinergi yang
optimal bagi perkembangan organisasi harus ada keselarasan antara sinergi
(bagaimana organisasi mencapai tujuan), struktur (bagaimana bentuk organisasi
dapat mendukung pencapaian tujuan), dan kultur (bagaimana tindakan yang benar
untuk mencapai tujuan). Jadi, budaya organisasi yang benar-benar dikelola
sebagai alat manajemen akan berpengaruh dan menjadi pendorong bagi karyawan
untuk berperilaku positif, dedikatif dan produktif. Nilai-nilai budaya itu
tidak tampak tetapi merupakan kekuatan yang mendorong perilaku untuk
menghasilkan efektivitas kinerja.
Setiap
individu yang tergabung di dalam sebuah organisasi memiliki budaya yang
berbeda, disebabkan mereka memiliki latar belakang budaya yang berbeda, namun
semua perbedaan itu akan dilebur menjadi satu di dalam sebuah budaya yaitu
budaya organisasi, untuk menjadi sebuah kelompok yang bekerjasama dalam
mencapai tujuan organisasi sebagaimana yang telah disepakati bersama
sebelumnya, tetapi dalam proses tersebut tidak tertutup kemungkinan ada
individu yang dapat menerima dan juga yang tidak dapat menerimanya, yang
mungkin bertentangan dengan budaya yang dimilikinya.
PT
Asuransi Tri Pakarta memiliki nilai-nilai atau budaya
organisasi yang disingkat sebagai TRIPA yaitu
: (1) Trust, yaitu memiliki sense of
belonging yang tinggi dan senantiasa menjaga nama baik perusahaan; (2) Responsibility, yaitu memiliki tanggung
jawab yang besar terhadap perusahaan dan selalu berpedoman pada SOP; (3) Integrity, yaitu taat beribadah, jujur
dan berpikir positif; (4) Professionalism,
yaitu mengerti dan memahami tugas pekerjaan, dan selalu berorientasi pada
solusi; (5) Awareness, yaitu peduli
terhadap lingkungan perusahaan (eksternal & internal) dan selalu memberikan
layanan yang optimal.
Dalam
upaya mewujudkan perusahaan asuransi yang terkemuka dan terpercaya, unggul
dalam kinerja, sumber daya, dan layanan, PT Asuransi Tri Pakarta membutuhkan
dukungan dan kepercayaan dari seluruh karyawan untuk dapat mengimplementasikan
nilai-nilai budaya organisasi “TRIPA” tersebut.
Nilai-nilai
budaya tersebut harus melekat, dapat diaplikasikan, dan ditularkan kepada
seluruh insan perusahaan. Selain itu diperlukan komitmen dan konsistensi mulai
dari karyawan dasar hinggal level pimpinan untuk dapat menerapkan budaya
organisasi tersebut, sehingga perusahaan dapat mewujudkan visi & misinya.
Beberapa
kegiatan yang dapat dilakukan sebagai implementasi dari budaya “TRIPA” antara
lain:
·
Morning
Briefing
Setiap unit kerja melaksanakan Morning
Briefing tepat pukul 08:00, diawali dengan mendengarkan doa dari speaker di
setiap sudut ruangan. Morning briefing dilaksanakan sebagai media informasi
terupdate seputar unit kerja, serta dapat meningkatkan kedisiplinan karyawan,
dimana karyawan akan selalu berusaha datang tepat waktu agar tidak ketinggalan
Morning Briefing. Dengan begitu, tingkat keterlambatan karyawan berkurang, dan
karyawan bisa lebih efisien dan produktif dalam bekerja.
·
Sistem
Pengenalan Karyawan Baru
Sebenarnya pengenalan karyawan baru
saat ini sudah dilaksanakan di PT Asuransi Tri Pakarta. Namun, dapat
ditambahkan sesi khusus pengenalan budaya organisasi yang disampaikan oleh
Divisi Human Capital serta mewajibkan unit kerja terkait untuk memberi contoh
penerapan budaya organisasi kepada karyawan baru. Hal ini akan memberikan kesan
positif kepada karyawan baru sehingga dapat termotivasi untuk memberikan yang
terbaik kepada perusahaan.
·
Pemberian
Reward & Punishment
Kepada karyawan terpilih berdasarkan
indikator budaya organisasi tertentu (disiplin waktu, KPI, dsb) akan diberikan
Reward menarik misalnya berupa insentif, voucher, souvenir, bonus penambahan
cuti fisik, dan lain-lain. Untuk karyawan yang melakukan pelanggaran dapat
diberikan Punishment yang selain memberi efek jera, juga edukatif. Misalnya,
wajib presentasi perihal solusi atas pelanggarannya kepada Direksi.
·
Budaya
“Ayo Sarapan”
Tidak sedikit terlihat karyawan yang
masih belum melakukan kegiatan kerja setelah lewat dari pukul 08:00, diantaranya
sarapan. Untuk menanggulangi hal tersebut, baiknya perusahaan dapat menerapkan
budaya sarapan pagi sebelum bekerja. Seluruh karyawan akan mendapatkan 1 set
menu sarapan pagi (roti, buah, dll) dikemas dengan box dan ditempeli stiker
“Ayo Sarapan Sebelum Jam 8”.
·
Family
Gathering
Merupakan kegiatan yang dilakukan
secara periodik yaitu 1x dalam 1 tahun. Meskipun bukan kegiatan yang bisa
setiap hari dilakukan, namun Family Gathering penting untuk mendekatkan diri
antara karyawan, keluarga karyawan, beserta perusahaan. Dengan begitu
kekompakan dan kepedulian antar karyawan dan keluarganya terbentuk.
·
Lomba
Inovasi
Tujuan dilaksanakannya lomba inovasi
adalah untuk memancing ide & kreatifitas karyawan dalam hal kontribusi ke perusahaan.
Lomba ini dapat dilakukan dalam kurun waktu 3-4x dalam 1 tahun, dengan tema
yang berbeda-beda. Misalnya tema tentang Teknik, reasuransi, marketing,
digital, dll. Dengan begitu, karyawan akan terbiasa berpikir kreatif &
inovatif dalam melakukan pekerjaaanya.
·
Publikasi
Khusus di Internal Communication Media
Media komunikasi internal perusahaan
yaitu Maweb, atau Buletin (apabila ada), dapat menjadi sarana informasi serta
edukasi mengenai budaya organisasi perusahaan. Publikasi dapat dikemas dengan menarik,
atau dengan menampilkan profil beberapa insan perusahaan yang mendapatkan
Reward, sehingga karyawan lain termotivasi untuk mengimplementasi budaya
organisasi perusahaan agar dapat dipublikasikan di media internal.
·
Penerapan
Iuran Solidaritas
Adakalanya karyawan tertentu mengalami
momen bahagia yaitu pernikahan, kehamilan istri, khitanan anak, kelahiran anak,
dll, atau momen sedih sepeti keluarga sakit/ meninggal, kecelakaan, musibah,
dll. Dalam momen-momen tersebut, dibutuhkan dukungan dari rekan-rekannya baik
yang memberi selamat bahagia, atau bentuk simpati atas musibah. Dukungan
tersebut dapat dihimpun melalui iuran solidaritas yang akan menjadi kebiasaan
dari setiap karyawan.
·
Pemberian
ruang lebih untuk ibadah
Perusahaan dapat memberikan ruang lebih
bagi karyawannya untuk melaksanakan ibadah. Sebagai contoh, bagi muslim,
diagendakan solat zuhur dan ashar berjamaah pada awal waktu, bertempat di ruang
auditorium lantai 5.
Beberapa kegiatan tersebut dapat
dikelompokkan ke dalam budaya TRIPA yaitu :
Value
|
Kegiatan
|
Trust
|
·
Sistem
Pengenalan Karyawan Baru
·
Publikasi
Khusus di Internal Communication Media
|
Responsibility
|
·
Morning
Briefing
·
Pemberian
Reward & Punishment
|
Integrity
|
·
Pemberian
ruang lebih untuk ibadah
|
Professionalism
|
·
Lomba
Inovasi
|
Awareness
|
·
Budaya
“Ayo Sarapan”
·
Penerapan
Iuran Solidaritas
·
Family
Gathering
|
Dengan
penerapan atas kegiatan tersebut, ke depan setiap karyawan akan merasa bahwa,
TRIPA Gue Banget!!
Labels:
Artikel
Thanks for reading Budaya Organisasi, Gue Banget?. Please share...!
0 Komentar untuk "Budaya Organisasi, Gue Banget?"