-->

Budaya Organisasi, Gue Banget?

Suatu instansi didirikan karena mempunyai tujuan yang ingin dicapai. Setiap instansi, dalam mencapai tujuannya, dipengaruhi oleh perilaku dan sikap orang-orang yang terdapat dalam instansi tersebut. Keberhasilan untuk mencapai tujuan tersebut tergantung kepada keandalan dan kemampuan pegawai dalam mengoperasikan unit-unit kerja yang terdapat di instansi tersebut, karena tujuan instansi dapat tercapai hanya dimungkinkan karena upaya para pelaku yang terdapat dalam setiap organisasi.

Organisasi merupakan suatu sistem yang saling mempengaruhi satu sama lain, apabila salah satu dari sub sistem tersebut rusak, maka akan mempengaruhi sub-sub sistem yang lain. Sistem tersebut dapat berjalan dengan semestinya jika individu-individu yang ada di dalamnya berkewajiban mengaturnya, yang berarti selama anggota atau individunya masih suka dan melaksanakan tanggung jawab sebagaimana mestinya maka organisasi tersebut akan berjalan dengan baik.
Budaya organisasi merupakan salah satu peluang untuk membangun sumber daya manusia melalui aspek perubahan sikap dan perilaku yang diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan tantangan yang sedang berjalan dan yang akan datang. Budaya organisasi yang kuat mendukung tujuan-tujuan perusahaan, sebaliknya yang lemah atau negatif menghambat atau bertentangan dengan tujuan-tujuan perusahaan. Suatu perusahaan dengan budaya organisasinya kuat, nilai-nilai bersama dipahami secara mendalam, dianut, dan diperjuangkan oleh sebagian besar para anggota organisasi (karyawan perusahaan). Budaya yang kuat dan positif sangat berpengaruh terhadap perilaku dan efektivitas kinerja perusahaan.
Budaya organisasi telah hadir sebagai bagian dari sinergi yang menghasilkan perkembangan dan kemajuan organisasi. Budaya organisasi berkaitan erat dengan komponen organisasi lainnya, seperti struktur dan strategi organisasi. Artinya, untuk memperoleh hasil sinergi yang optimal bagi perkembangan organisasi harus ada keselarasan antara sinergi (bagaimana organisasi mencapai tujuan), struktur (bagaimana bentuk organisasi dapat mendukung pencapaian tujuan), dan kultur (bagaimana tindakan yang benar untuk mencapai tujuan). Jadi, budaya organisasi yang benar-benar dikelola sebagai alat manajemen akan berpengaruh dan menjadi pendorong bagi karyawan untuk berperilaku positif, dedikatif dan produktif. Nilai-nilai budaya itu tidak tampak tetapi merupakan kekuatan yang mendorong perilaku untuk menghasilkan efektivitas kinerja.
Setiap individu yang tergabung di dalam sebuah organisasi memiliki budaya yang berbeda, disebabkan mereka memiliki latar belakang budaya yang berbeda, namun semua perbedaan itu akan dilebur menjadi satu di dalam sebuah budaya yaitu budaya organisasi, untuk menjadi sebuah kelompok yang bekerjasama dalam mencapai tujuan organisasi sebagaimana yang telah disepakati bersama sebelumnya, tetapi dalam proses tersebut tidak tertutup kemungkinan ada individu yang dapat menerima dan juga yang tidak dapat menerimanya, yang mungkin bertentangan dengan budaya yang dimilikinya.
PT Asuransi Tri Pakarta memiliki nilai-nilai atau budaya organisasi yang disingkat sebagai TRIPA yaitu : (1) Trust, yaitu memiliki sense of belonging yang tinggi dan senantiasa menjaga nama baik perusahaan; (2) Responsibility, yaitu memiliki tanggung jawab yang besar terhadap perusahaan dan selalu berpedoman pada SOP; (3) Integrity, yaitu taat beribadah, jujur dan berpikir positif; (4) Professionalism, yaitu mengerti dan memahami tugas pekerjaan, dan selalu berorientasi pada solusi; (5) Awareness, yaitu peduli terhadap lingkungan perusahaan (eksternal & internal) dan selalu memberikan layanan yang optimal.
Dalam upaya mewujudkan perusahaan asuransi yang terkemuka dan terpercaya, unggul dalam kinerja, sumber daya, dan layanan, PT Asuransi Tri Pakarta membutuhkan dukungan dan kepercayaan dari seluruh karyawan untuk dapat mengimplementasikan nilai-nilai budaya organisasi “TRIPA” tersebut.
Nilai-nilai budaya tersebut harus melekat, dapat diaplikasikan, dan ditularkan kepada seluruh insan perusahaan. Selain itu diperlukan komitmen dan konsistensi mulai dari karyawan dasar hinggal level pimpinan untuk dapat menerapkan budaya organisasi tersebut, sehingga perusahaan dapat mewujudkan visi & misinya.
Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan sebagai implementasi dari budaya “TRIPA” antara lain:

·         Morning Briefing
Setiap unit kerja melaksanakan Morning Briefing tepat pukul 08:00, diawali dengan mendengarkan doa dari speaker di setiap sudut ruangan. Morning briefing dilaksanakan sebagai media informasi terupdate seputar unit kerja, serta dapat meningkatkan kedisiplinan karyawan, dimana karyawan akan selalu berusaha datang tepat waktu agar tidak ketinggalan Morning Briefing. Dengan begitu, tingkat keterlambatan karyawan berkurang, dan karyawan bisa lebih efisien dan produktif dalam bekerja.
·         Sistem Pengenalan Karyawan Baru
Sebenarnya pengenalan karyawan baru saat ini sudah dilaksanakan di PT Asuransi Tri Pakarta. Namun, dapat ditambahkan sesi khusus pengenalan budaya organisasi yang disampaikan oleh Divisi Human Capital serta mewajibkan unit kerja terkait untuk memberi contoh penerapan budaya organisasi kepada karyawan baru. Hal ini akan memberikan kesan positif kepada karyawan baru sehingga dapat termotivasi untuk memberikan yang terbaik kepada perusahaan.
·         Pemberian Reward & Punishment
Kepada karyawan terpilih berdasarkan indikator budaya organisasi tertentu (disiplin waktu, KPI, dsb) akan diberikan Reward menarik misalnya berupa insentif, voucher, souvenir, bonus penambahan cuti fisik, dan lain-lain. Untuk karyawan yang melakukan pelanggaran dapat diberikan Punishment yang selain memberi efek jera, juga edukatif. Misalnya, wajib presentasi perihal solusi atas pelanggarannya kepada Direksi.
·         Budaya “Ayo Sarapan”
Tidak sedikit terlihat karyawan yang masih belum melakukan kegiatan kerja setelah lewat dari pukul 08:00, diantaranya sarapan. Untuk menanggulangi hal tersebut, baiknya perusahaan dapat menerapkan budaya sarapan pagi sebelum bekerja. Seluruh karyawan akan mendapatkan 1 set menu sarapan pagi (roti, buah, dll) dikemas dengan box dan ditempeli stiker “Ayo Sarapan Sebelum Jam 8”.
·         Family Gathering
Merupakan kegiatan yang dilakukan secara periodik yaitu 1x dalam 1 tahun. Meskipun bukan kegiatan yang bisa setiap hari dilakukan, namun Family Gathering penting untuk mendekatkan diri antara karyawan, keluarga karyawan, beserta perusahaan. Dengan begitu kekompakan dan kepedulian antar karyawan dan keluarganya terbentuk.
·         Lomba Inovasi
Tujuan dilaksanakannya lomba inovasi adalah untuk memancing ide & kreatifitas karyawan dalam hal kontribusi ke perusahaan. Lomba ini dapat dilakukan dalam kurun waktu 3-4x dalam 1 tahun, dengan tema yang berbeda-beda. Misalnya tema tentang Teknik, reasuransi, marketing, digital, dll. Dengan begitu, karyawan akan terbiasa berpikir kreatif & inovatif dalam melakukan pekerjaaanya.
·         Publikasi Khusus di Internal Communication Media
Media komunikasi internal perusahaan yaitu Maweb, atau Buletin (apabila ada), dapat menjadi sarana informasi serta edukasi mengenai budaya organisasi perusahaan. Publikasi dapat dikemas dengan menarik, atau dengan menampilkan profil beberapa insan perusahaan yang mendapatkan Reward, sehingga karyawan lain termotivasi untuk mengimplementasi budaya organisasi perusahaan agar dapat dipublikasikan di media internal.
·         Penerapan Iuran Solidaritas
Adakalanya karyawan tertentu mengalami momen bahagia yaitu pernikahan, kehamilan istri, khitanan anak, kelahiran anak, dll, atau momen sedih sepeti keluarga sakit/ meninggal, kecelakaan, musibah, dll. Dalam momen-momen tersebut, dibutuhkan dukungan dari rekan-rekannya baik yang memberi selamat bahagia, atau bentuk simpati atas musibah. Dukungan tersebut dapat dihimpun melalui iuran solidaritas yang akan menjadi kebiasaan dari setiap karyawan.
·         Pemberian ruang lebih untuk ibadah
Perusahaan dapat memberikan ruang lebih bagi karyawannya untuk melaksanakan ibadah. Sebagai contoh, bagi muslim, diagendakan solat zuhur dan ashar berjamaah pada awal waktu, bertempat di ruang auditorium lantai 5.
Beberapa kegiatan tersebut dapat dikelompokkan ke dalam budaya TRIPA yaitu :
Value
Kegiatan
Trust
·         Sistem Pengenalan Karyawan Baru
·         Publikasi Khusus di Internal Communication Media
Responsibility
·         Morning Briefing
·         Pemberian Reward & Punishment
Integrity
·         Pemberian ruang lebih untuk ibadah
Professionalism
·         Lomba Inovasi
Awareness
·         Budaya “Ayo Sarapan”
·         Penerapan Iuran Solidaritas
·         Family Gathering
Dengan penerapan atas kegiatan tersebut, ke depan setiap karyawan akan merasa bahwa, TRIPA Gue Banget!!
Labels: Artikel

Thanks for reading Budaya Organisasi, Gue Banget?. Please share...!

0 Komentar untuk "Budaya Organisasi, Gue Banget?"

Back To Top